Naskah Baiat - Untuk Pelantikan Kepengurusan di Nahdlatul Ulama

Daftar Isi
Naskah Baiat - Untuk Pelantikan Kepengurusan di Nahdlatul Ulama

Dalam setiap kepengurus nahdlatul Ulama di semua tingkatan, hal yang menjadi ciri khas adalah adanya Pembaiatan sebagai bentuk komitmen dan janji dalam hati untuk serius dalam berkhidmat. segala bentuk pembaiatan tentunya tidak bisa lepas dari "isi" dari bacaan baiat tersebut. Sehingga naskah baiat harus disiapkan jika proses pembaiatan akan dilakukann untuk meminimalisir kesalahan karena syakralnya suasana.

Pengantar

Naskah baiat ini disusun sebagai wujud komitmen spiritual dan organisasional bagi para pengurus Nahdlatul Ulama di semua tingkatan dalam mengemban amanah umat. Prosesi pembacaan baiat ini merujuk pada Peraturan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 03/VII/2024 mengenai tata cara pelantikan kepengurusan, yang menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi. Melalui ikrar ini, setiap pengurus diingatkan akan kewajibannya untuk menegakkan aqidah Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah serta patuh terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama

Selain sebagai bentuk sumpah setia, pendahuluan ini juga menegaskan peran strategis pengurus dalam menjaga persatuan NKRI dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Seluruh jajaran pengurus berkomitmen untuk menyumbangkan tenaga serta pikiran demi mewujudkan pembangunan manusia yang seutuhnya dan menciptakan masyarakat yang adil serta makmur. Dengan semangat "Merawat Jagat Membangun Peradaban", naskah ini menjadi landasan moral bagi pengurus dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya demi kepentingan umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Naskah Baiat

Dibaca Pembaiat:

بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…ٰÙ†ِ الرَّØ­ِÛŒْÙ…ِ

Ù‚َالَ اللهُ تَعَالٰÛŒ: Ø¥ِÙ†َّ اللهَ ÛŒَØ£ْÙ…ُـرُÚ©ُـمْ Ø£َÙ†ْ تُـؤَدُّ الْØ£َÙ…َانَاتِ Ø¥ِÙ„َÛŒ اَÙ‡ْÙ„ِÙ‡َا Ùˆَاِذَا Ø­َÚ©َـمْتُـمْ بَÛŒْÙ†َ النَّاسِ Ø£َÙ†ْ تَØ­ْÚ©ُÙ…ُÙˆْا بِالْعَدْÙ„ِ Ø¥ِÙ†َّ اللهَ Ù†ِعِÙ…َّا ÛŒَعِظُÙ€Ú©ُÙ…ْ بِÙ‡ِ Ø¥ِÙ†َّ اللهَ Ú©َانَ سَÙ…ِÛŒْعًا بَصِÛŒْرًا،

ÙˆَÙ‚َالَ رَسُÙˆْÙ„ُ اللهِ صَÙ„َّ اللهُ عَÙ„َÛŒْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ: Ú©ُـلُّÙ€Ú©ُÙ…ْ رَاعٍ ÙˆَÚ©ُـلُّÙ€Ú©ُÙ…ْ Ù…َسْئُÙˆْÙ„ٌ عَÙ†ْ رَعِÛŒَّتِÙ‡ِ

Dibaca pembaiat, ditirukan yang dibaiat

Ø£َØ´ْÙ‡َدُ Ø£َÙ†ْ Ù„َا Ø¥ِÙ„ٰÙ‡َ Ø¥ِÙ„َّا اللهُ | ÙˆَØ£َØ´ْÙ‡َدُ Ø£َÙ†َّ Ù…ُØ­َÙ…َّدًا رَسُÙˆْÙ„ُ اللهِ، رَضِÛŒْتُ بِاللهِ رَبًّا | ÙˆَبِالْØ¥ِسْÙ„َامِ دِÛŒْـنًا | ÙˆَبِـمُØ­َÙ…َّدٍ Ù†َـبِÙ€ÛŒًّا ÙˆَرَسُÙˆْÙ„ًا

Dibaca Pembaiat:

بَایَـعْتُÚ©ُÙ… عَÙ„َÛŒ السَّÙ…ْعِ ÙˆَالطَّاعَØ©ِ | بِالْـجِÙ‡َادِ عَÙ„َÛŒ Ø·َرِÛŒْÙ‚َØ©ِ Ù†َـهْضَØ©ُ الْـعُـلَـمَاءِ | Ù„ِØ¥ِعْÙ„َاءِ Ú©َـلِـمَØ©ِ اللهِ | اَÙ„َّتِÙŠْ Ù‡ِÙŠَ الْعُـلْÙ€ÛŒَا | بِÙ‚ِÛŒَادَØ©ِ عُÙ„َÙ…َاءِ اَÙ‡ْÙ„ُ السُّÙ†َّØ©ِ ÙˆَالْـجَÙ…َاعَØ©ِ

Jawaban yang dibaiat:

بَایَـعْتُ عَÙ„َÛŒ السَّÙ…ْعِ ÙˆَالطَّاعَØ©ِ | بِالْـجِÙ‡َادِ عَÙ„َÛŒ Ø·َرِÛŒْÙ‚َØ©ِ Ù†َـهْضَØ©ُ الْـعُـلَـمَاءِ | Ù„ِØ¥ِعْÙ„َاءِ Ú©َـلِـمَØ©ِ اللهِ | اَÙ„َّتِÙŠْ Ù‡ِÙŠَ الْعُـلْÙ€ÛŒَا | بِÙ‚ِÛŒَادَØ©ِ عُÙ„َÙ…َاءِ اَÙ‡ْÙ„ُ السُّÙ†َّØ©ِ ÙˆَالْـجَÙ…َاعَØ©ِ

| Kami selaku pengurus Wilayah / Cabang / Wakil Cabang / Cabang Istimewa ....... |
| Masa Khidmat ....... |
| Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab |
| dengan ini berikrar sebagai berikut: |

Pertama
| Akan mengamalkan dan mempertahankan Pancasila |
| dan Undang-undang Dasar 1945 |
| secara murni dan konsekuen |
| menegakkan aqidah Islam Ahlus Sunnah |
| dan patuh pada Anggaran Dasar |
| dan Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama’ |

Kedua
| Akan melaksanakan tugas dan kewajiban |
| sebugai pengurus Nahdlatul Ulama | dengan sebaik-baiknya |
| demi untuk kepentingan Nahdlatul Ulama', |
| kepentingan umat lalam |
| dan kepentingan masyarakat Indonesia pada umumnya|

Ketiga
| Akan menyumbangkan tenaga dan pikiran |
| dalam rangka ikhtiar | untuk pembangunan manusia seutuhnya |
| demi terwujudnya masyarakat adil makmur |
| yang diridloi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. |

Penutup

Sebagai penutup, seluruh rangkaian prosesi baiat ini diakhiri dengan kalimat Laa haula walaa quwata illa billahil'aliyil 'adzin sebagai pengakuan atas keterbatasan manusia dan sandaran kekuatan hanya kepada Allah SWT. Dengan berakhirnya pembacaan ikrar ini, para pengurus telah resmi mengemban amanah untuk berkhidmat demi kepentingan Nahdlatul Ulama, umat Islam, serta masyarakat Indonesia secara luas. Semangat ini sejalan dengan visi besar organisasi untuk terus "Merawat Jagat Membangun Peradaban" demi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan diridai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Demikian tulisan Naskah Baiat ini kami sajikan, semoga bermanfaat.

Post a Comment